Assalamu'alaikum Wr Wb
Apakabar para pembaca??
Sudah lama nih tidak menyapa para pembaca berhubung saya sendiri mengerjakan banyak tugas n menjalani UTS. Dan hasilnya pun bisa dikatakan cukup memuaskan. Alhamdulillah....
Alasan mengapa post ini ditulis berawal dari pertanyaan salah seorang Boxer bernama "Randy", jadi begini ceritanya....
Pada saat bel pulang berbunyi, Adzan Ashar pun terdengar. Beberapa Boxer segera bergegas menuju musholla untuk menjalankan ibadah Sholat Ashar. Kemudian Randy dan Faza pun langsung mengambil air wudhu dan memasuki Masjid Ar-Rahmah. Namun ternyata mereka berdua telah tertinggal dan terpaksa harus menunggu atau menjadi makmum dari makmum yang masbuk. Namun Randy memilih untuk diam.
"Mau langsung jd makmum apa bikin baru?", tanya Faza pada Randy.
"Kagak ah, ragu gua", jawab Randy.
"Ragu kenapa?", tanya Faza.
"Itu.., emang boleh ya makmum jadi imam?", Randy balik bertanya.
"Oh..., kagak tau juga sih, gua malah baru tau kayak gitu pas w masuk SMA", jawab Faza.
"Gua juga.., jadi ragu gua", ujar Randy
"Trus jadinya gimana? Bikin baru?", Tanya Faza
"Ya terserah sih. Kalo gua mah bikin baru aja. Soalnya kan kata hadist Tinggalkan oleh engkau perbuatan yang meragukan,menuju perbuatan yang tidak meragukan", jawab Randy
"Ya udah atuh, nunggu beres ini dulu", ujar Faza
Nah dari obrolan diatas maka post ini dibuat dan holi-hokian berhasil menemukan sebuah artikel yang mungkin saja menjawab keraguan seorang Randy.
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 Oktober 2010
Jumat, 24 September 2010
Sahabat Dunia Akhirat
Assalamu'alaikumWrWb
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmatnya saya masih diberikan kesempatan untuk membuat post di blog ini.
Saya ingin menceritakan kembali sebuah kisah 6 orang remaja yang telah selesai menjalani kegiatan belajar di sekolah dan meneruskannya dengan kegiatan mentoring.
Selamat membaca....
Diawali dengan selesainya jam pelajaran pada hari Jum'at ini, walaupun sebenarnya 2 mata pelajaran terakhir digunakan untuk membersihkan kelas. Dan membersihkan kelas pun dilakukan cukup singkat dan tidak semuanya bekerja. Setelah selesai bersih-bersih dan merapikan kelas, Boxer pun melanjutkan aktifitas mereka. Ada yang menggambar gambar tak jelas di papan tulis, ada yang membaca koran, ada pula yang melakukan sebuah permainan (entah itu permainan atau bukan) di depan kelas. Bel pulang pun berbunyi, mulailah kisah ini terfokus pada 6 orang Boxer, yaitu Aga, Randy, Pasha, Faza, Fajar, dan Firman. Awalnya Site bergabung, namun pada akhirnya dia menghilang dan tak berkumpul kembali untuk mengikuti mentoring. Sebelum mentoring, tentunya melakukan Sholat Jum'at dahulu. Setelah selesai, Firman, dan Fajar berkumpul kembali dengan Pasha, Aga, dan Faza di lantai bawah masjid karena mentoring diadakan di lantai bawah, dan mereka bertiga sholatnya di lantai 2. Mentoring diawali dengan tilawah bergantian. Membaca Surah Muhammad. Setelah semua selesai membaca, Mentor Mas Ikbal menjelaskan salah satu ayat favoritnya. Yaitu "Wahai orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS. Muhammad: 7). Dijelaskan bahwa ayat ini merupakan ayat yang digunakan saudara muslimin kita di Palestina. Karena mereka memperjuangkan agama Allah, sehingga mereka diberikan oleh-Nya kekuatan untuk bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan. Dan juga ayat ini mengandung hikmah bahwa apabila motivasi kita mengacu pada hal-hal duniawi, maka motivasi yang kita dapatkan pun suatu saat nanti pasti akan surut. Berbeda dengan motivasi kita mengacu pada Akhirat, pada sesuatu yang abadi. Yaitu menjalanjan aktifitas di dunia ini murni karena Allah SWT. Setelah menjelaskan tentang ayat tersebut, mulailah masuk pada materi mentoring. Diawali dengan sebuah permainan. Permainan tersebut intinya adalah "mengenali & mengikuti".
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmatnya saya masih diberikan kesempatan untuk membuat post di blog ini.
Saya ingin menceritakan kembali sebuah kisah 6 orang remaja yang telah selesai menjalani kegiatan belajar di sekolah dan meneruskannya dengan kegiatan mentoring.
Selamat membaca....
Diawali dengan selesainya jam pelajaran pada hari Jum'at ini, walaupun sebenarnya 2 mata pelajaran terakhir digunakan untuk membersihkan kelas. Dan membersihkan kelas pun dilakukan cukup singkat dan tidak semuanya bekerja. Setelah selesai bersih-bersih dan merapikan kelas, Boxer pun melanjutkan aktifitas mereka. Ada yang menggambar gambar tak jelas di papan tulis, ada yang membaca koran, ada pula yang melakukan sebuah permainan (entah itu permainan atau bukan) di depan kelas. Bel pulang pun berbunyi, mulailah kisah ini terfokus pada 6 orang Boxer, yaitu Aga, Randy, Pasha, Faza, Fajar, dan Firman. Awalnya Site bergabung, namun pada akhirnya dia menghilang dan tak berkumpul kembali untuk mengikuti mentoring. Sebelum mentoring, tentunya melakukan Sholat Jum'at dahulu. Setelah selesai, Firman, dan Fajar berkumpul kembali dengan Pasha, Aga, dan Faza di lantai bawah masjid karena mentoring diadakan di lantai bawah, dan mereka bertiga sholatnya di lantai 2. Mentoring diawali dengan tilawah bergantian. Membaca Surah Muhammad. Setelah semua selesai membaca, Mentor Mas Ikbal menjelaskan salah satu ayat favoritnya. Yaitu "Wahai orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS. Muhammad: 7). Dijelaskan bahwa ayat ini merupakan ayat yang digunakan saudara muslimin kita di Palestina. Karena mereka memperjuangkan agama Allah, sehingga mereka diberikan oleh-Nya kekuatan untuk bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan. Dan juga ayat ini mengandung hikmah bahwa apabila motivasi kita mengacu pada hal-hal duniawi, maka motivasi yang kita dapatkan pun suatu saat nanti pasti akan surut. Berbeda dengan motivasi kita mengacu pada Akhirat, pada sesuatu yang abadi. Yaitu menjalanjan aktifitas di dunia ini murni karena Allah SWT. Setelah menjelaskan tentang ayat tersebut, mulailah masuk pada materi mentoring. Diawali dengan sebuah permainan. Permainan tersebut intinya adalah "mengenali & mengikuti".
Kamis, 09 September 2010
NEW BORN
Assalamu'alaikum Wr Wb
ALLAHU AKBAR..... ALLAHU AKBAR...... ALLAHU AKBAR.....
Terdengar gema takbir bersahut-sahutan menghidupkan suasana malam dalam menyambut hari kemenangan. Akhirnya tibalah hari kemenangan. Dimana setiap umat Islam diseluruh dunia merayakan hari tersebut dengan senyum penuh bahagia. Hari dimana rasa persaudaraan terasa semakin erat. Hari dimana rasa ingin berbagi kepada sesama, untuk merasakan kebahagian semesta. Tiada istilah kaya maupun miskin, semua satu, semua terikan, dan semua menggemakan Takbir, tanda kebesaran Allah SWT. Semua umat pun akan bersatu, meluruskan dan merapatkan barisan, serentak dengan komando Sang Imam. Semua menghadap dan bertakbir, memanjatkan doa atas keagungan Allah SWT serta ucapan rasa syukur yang teramat besar atas limpahan karunia rezeki, nikmat iman dan ikhsan, serta masih diberi kesempatan merasakan "kemenangan" pada hari yang mulia ini.
Namun, dengan datangnya hari tersebut berarti berakhirlah masa perjumpaan kita semua dengan Bulan Suci Ramadhan. Bulan limpahan rahmat serta ampunan. Bulan dimana diperuntukan mengintrospeksi diri akan segala kesalahan yang telah kita perbuat. Serta bulan dimana giat-giatnya kita menghabiskan waktu dengan berdzikir, beribadah, serta berdoa akan ampunan dari Yang Maha Kuasa. Akhirnya telah sampai kepada kita saat berpisah. Saat "Tamu Kehormatan" meninggalkan kita. Namun pribadi berharap perpisahan ini hanya untuk tahun ini. Saya berharap dapat dipertemukan kembali dengan Bulan Suci Ramhan. Saya berharap dapat berjumpa kembali pada tahun-tahun kedepan. Namun, bila takdir berkata lain, jika waktu telah berakhir, dan "Engkau" telah memanggil. Maka tak ada upaya yang sanggup saya lakukan. Saya berdoa, semoga selama saya menanti Bulan Ramdhan, semua tindakan, semua ucapan, hanya ikhlas kepada-Mu. Sebagai bukti pengabdian hamba pada-Mu. Insya Allah....
Oleh sebab itu, berakhirnya Bulan Suci ini bukan berarti terhentinya ketulusan dan keikhlasan hati dalam beribadah, bukan berarti terhentinya amalan pada sesama dalam menjalin rasa persaudaraan. Namun sebagai "lahirnya" kembali fisik kita, jiwa kita tuk meningkatkan ketaqwaan kepada Sang Pencipta. Kita terlahir kembali layaknya bayi yang lahir dalam keadaan suci, layaknya ulat yang menjijikan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang bermanfaat bagi tumbuhan sekitar, serta layaknya ketupat yang telah matang dari panasnya api kompor, yang mampu membawa kenikmatan bagi yang menyantapnya. Itu lah makna sejati dari hari kemeangan tersebut. "NEW BORN", kembali suci, terbebas dari belenggu dosa masa lalu.
Maka dari itu, untuk menghapus dosa yang masih tersisa di hati, Saya selaku perwakilan dari Crew blog ini serta perwakilan dari kelas X-9 SMANSA BOGOR, mengucapkan:
"Taqabalallahu Mina Waminkum
Minal Aidzin Walfa Idzin
Mohon Maaf & Batin"
Wassalamu'alaikum Wr Wb
ALLAHU AKBAR..... ALLAHU AKBAR...... ALLAHU AKBAR.....
Terdengar gema takbir bersahut-sahutan menghidupkan suasana malam dalam menyambut hari kemenangan. Akhirnya tibalah hari kemenangan. Dimana setiap umat Islam diseluruh dunia merayakan hari tersebut dengan senyum penuh bahagia. Hari dimana rasa persaudaraan terasa semakin erat. Hari dimana rasa ingin berbagi kepada sesama, untuk merasakan kebahagian semesta. Tiada istilah kaya maupun miskin, semua satu, semua terikan, dan semua menggemakan Takbir, tanda kebesaran Allah SWT. Semua umat pun akan bersatu, meluruskan dan merapatkan barisan, serentak dengan komando Sang Imam. Semua menghadap dan bertakbir, memanjatkan doa atas keagungan Allah SWT serta ucapan rasa syukur yang teramat besar atas limpahan karunia rezeki, nikmat iman dan ikhsan, serta masih diberi kesempatan merasakan "kemenangan" pada hari yang mulia ini.
Namun, dengan datangnya hari tersebut berarti berakhirlah masa perjumpaan kita semua dengan Bulan Suci Ramadhan. Bulan limpahan rahmat serta ampunan. Bulan dimana diperuntukan mengintrospeksi diri akan segala kesalahan yang telah kita perbuat. Serta bulan dimana giat-giatnya kita menghabiskan waktu dengan berdzikir, beribadah, serta berdoa akan ampunan dari Yang Maha Kuasa. Akhirnya telah sampai kepada kita saat berpisah. Saat "Tamu Kehormatan" meninggalkan kita. Namun pribadi berharap perpisahan ini hanya untuk tahun ini. Saya berharap dapat dipertemukan kembali dengan Bulan Suci Ramhan. Saya berharap dapat berjumpa kembali pada tahun-tahun kedepan. Namun, bila takdir berkata lain, jika waktu telah berakhir, dan "Engkau" telah memanggil. Maka tak ada upaya yang sanggup saya lakukan. Saya berdoa, semoga selama saya menanti Bulan Ramdhan, semua tindakan, semua ucapan, hanya ikhlas kepada-Mu. Sebagai bukti pengabdian hamba pada-Mu. Insya Allah....
Oleh sebab itu, berakhirnya Bulan Suci ini bukan berarti terhentinya ketulusan dan keikhlasan hati dalam beribadah, bukan berarti terhentinya amalan pada sesama dalam menjalin rasa persaudaraan. Namun sebagai "lahirnya" kembali fisik kita, jiwa kita tuk meningkatkan ketaqwaan kepada Sang Pencipta. Kita terlahir kembali layaknya bayi yang lahir dalam keadaan suci, layaknya ulat yang menjijikan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang bermanfaat bagi tumbuhan sekitar, serta layaknya ketupat yang telah matang dari panasnya api kompor, yang mampu membawa kenikmatan bagi yang menyantapnya. Itu lah makna sejati dari hari kemeangan tersebut. "NEW BORN", kembali suci, terbebas dari belenggu dosa masa lalu.
Maka dari itu, untuk menghapus dosa yang masih tersisa di hati, Saya selaku perwakilan dari Crew blog ini serta perwakilan dari kelas X-9 SMANSA BOGOR, mengucapkan:
"Taqabalallahu Mina Waminkum
Minal Aidzin Walfa Idzin
Mohon Maaf & Batin"
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Selasa, 07 September 2010
Lailatul Qadar
Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan atas segala rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, atas rahmatnya kita semua masih dapat merasakan nikmat sehat dan iman dalam menjalani kehidupan ini.
Post saya kali ini mengenai salah satu malam istimewa di dalam Bulan Ramadhan, yaitu Malam Lailatul Qodar. Saya mengambil tema ini karena saya telah mendengar 2 kali materi tentang Lailatul Qodar, yaitu saat TAKBIR dan Khutbah Shalat Jum'at. Jadi apa salahnya saya meringkas apa-apa yang telah disampaikan kepada saudara-saudara pembaca blog ini agar ilmu ini dapat bermanfaat dan dapat berpengaruh dalam kehidupan, baik untuk diri saya sendiri maupun para pembaca yang Sholeh dan Sholehah. Amiiin.....
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan atas segala rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, atas rahmatnya kita semua masih dapat merasakan nikmat sehat dan iman dalam menjalani kehidupan ini.
Post saya kali ini mengenai salah satu malam istimewa di dalam Bulan Ramadhan, yaitu Malam Lailatul Qodar. Saya mengambil tema ini karena saya telah mendengar 2 kali materi tentang Lailatul Qodar, yaitu saat TAKBIR dan Khutbah Shalat Jum'at. Jadi apa salahnya saya meringkas apa-apa yang telah disampaikan kepada saudara-saudara pembaca blog ini agar ilmu ini dapat bermanfaat dan dapat berpengaruh dalam kehidupan, baik untuk diri saya sendiri maupun para pembaca yang Sholeh dan Sholehah. Amiiin.....
Minggu, 29 Agustus 2010
Persatuan Islam Tak Menyakiti Siapapun (Kaum Yahudi)
Alhamdulillah....
kawan bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk bangun dari tidur kita dan menjalani hari dengan ikhlas.
dalam posting kali ini saya akan membahas mengenai Palestina.
Kawan.. kita patut bersedih atas "kisah" yang telah terjadi kepada saudara-saudara kita di Palestina yang hidup dalam ketakutan dan kesedihan. Tiap harinya mereka hanya berfikir, "akan kah, kami selamat hari ini? ya Tuhan, berilah kami kesempatan 'tuk hidup esok hari agar dapat menjalankan ibadah padamu ya Tuhan ku".
Kawan.. kita patut bersedih atas "kisah" yang telah terjadi kepada saudara-saudara kita di Palestina yang hidup dalam ketakutan dan kesedihan. Tiap harinya mereka hanya berfikir, "akan kah, kami selamat hari ini? ya Tuhan, berilah kami kesempatan 'tuk hidup esok hari agar dapat menjalankan ibadah padamu ya Tuhan ku".
Kawan, pernah kah kalian berfikir akan penderitaan yang mereka alami? tentunya sangat menyakitkan, memilukan dan sungguh ironis.
Kebetulan akhir-akhir ini saya sedang mengkaji buku/artikel karangan "Harun Yahya", yang telah kita ketahui dia adalah orang yang menulis buku sains berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits.
Sabtu, 28 Agustus 2010
10 Hari Terakhir Ramadhan
Assalamu'alaikum wr.wb
Apa kabar para pembaca??
Apakah dalam keadaan sehat?? atau sebaliknya??
Jika dalam keadaan sehat maka kami ucapakan rasa syukur atas Rahmat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua. Apabila sebaliknya, maka kami do'akan semoga memperoleh kesembuhan dan kembali pada kondisi prima.
Cukup basa basi panjang dari kami, selanjutnya kami akan menjelaskan mengenain keutamaan 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan ini. Selamat membaca....
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci pagi Umat Islam, karena didalamnya berisi limpahan rahmat dan nikmat bagi yang menjalani aktifitas di Bulan Ramadhan dengan hati Ikhlas karena Allah SWT. Bagi yang mengharapkan ridha-Nya, Bulan Ramadhan dianggap sebagai bulan panen besar-besaran dan kita pun dapat menikmati hasil panen pada Bulan Ramadhan berbeda dari bulan-bulan lainnya. Bagi yang mengharapkan dirinya kembali pada fitrahnya, maka Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk merenungkan segala perbuatan yang telah dilakukan selama ini, serta untuk bertaubat atas segala kesalahan yang pernah dilakukan agar saat tiba "Hari Kemenangan" maka kita kembali fitrah sebagai manusia sejati.
Sebagian ulama membagi bulan ini dengan tiga fase, yaitu sepuluh hari awal Ramadhan sebagai fase rahmat, sepuluh di pertengahan sebagai maghfirah, dan 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: "Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka."
Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: "Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya."
Paling tidak ada dua sebab mengapa Beliau memperhatikan lebih pada sepuluh malam terkahir itu, yaitu Sebab pertama, karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw. berdo'a:
"Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak."
Oleh sebab itu kita juga patut menyempurnakan amalan-amalan kita di dalam Bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir itu. Sebab tanpa sadar Bulan Suci ini kelak akan pergi meninggalkan kita, dan entah tahun depan apakah kita diberi kesempatan untuk bertemu pada "Tamu Istimewa" pada tahun depan. Maka bersungguh-sungguhlah dalam menjalankan amalan-amalan guna memperbaiki amalan sebelumnya pada sepuluh malam terakhir itu agar memberikan kesan mengakhiri Ramadhan dalam keadaan suci.
Sebab kedua, karena dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan di duga turunnya lailatul qadar, karena lailatul qadar bisa juga turun pada bulan Ramadhan secara keseluruhan, sesuai dengan firman Allah swt.
"Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur'an pada malam kemulyaan."
Allah swt. juga berfirman:
"Bulan Ramadhan,adalah bulan diturunkan di dalamnya Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda -antara yang hak dan yang batil-."
Dalam hadits disebutkan: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan di dalamnya ada lailatul qadar, malam lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan darinya maka ia diharamkan mendapatkan kebaikan seluruhnya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali ia benar-benar terhalang -mahrum-."
Al qur'an dan hadits sahih menunjukkan bahwa lailatul qadar itu turun di bulan Ramadhan. Dan boleh jadi di sepanjang bulan Ramadhan semua, lebih lagi di sepuluh terakhir Ramadhan. Maka hendaknya kita mencari Lailatul Qadar untuk mendapatkan keberkahan serta rahmat dari Sang Pencipta. Karena dalam malam tersebut, berbagai macam bentuk kebaikan akan dibalas dengan pahala sebanyak 1000 bulan. Maka merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan hal tersebut.
Kesimpulannya, marilah kita menambah atau memperbaiki amalan-amalan kita di Bulan Ramadhan dalam sepuluh hari terakhirnya. Agar mendapatkan rahmat yang berlimpah ruah serta guna mensucikan diri agar saat Ramadhan berakhir kita semua dapat kembali kepada fitrah kita sesungguhnya sebagai manusia layaknya yang baru dilahirkan kembali ke dunia dalam keadaan suci. Amiiin........
Apa kabar para pembaca??
Apakah dalam keadaan sehat?? atau sebaliknya??
Jika dalam keadaan sehat maka kami ucapakan rasa syukur atas Rahmat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua. Apabila sebaliknya, maka kami do'akan semoga memperoleh kesembuhan dan kembali pada kondisi prima.
Cukup basa basi panjang dari kami, selanjutnya kami akan menjelaskan mengenain keutamaan 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan ini. Selamat membaca....
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci pagi Umat Islam, karena didalamnya berisi limpahan rahmat dan nikmat bagi yang menjalani aktifitas di Bulan Ramadhan dengan hati Ikhlas karena Allah SWT. Bagi yang mengharapkan ridha-Nya, Bulan Ramadhan dianggap sebagai bulan panen besar-besaran dan kita pun dapat menikmati hasil panen pada Bulan Ramadhan berbeda dari bulan-bulan lainnya. Bagi yang mengharapkan dirinya kembali pada fitrahnya, maka Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk merenungkan segala perbuatan yang telah dilakukan selama ini, serta untuk bertaubat atas segala kesalahan yang pernah dilakukan agar saat tiba "Hari Kemenangan" maka kita kembali fitrah sebagai manusia sejati.
Sebagian ulama membagi bulan ini dengan tiga fase, yaitu sepuluh hari awal Ramadhan sebagai fase rahmat, sepuluh di pertengahan sebagai maghfirah, dan 10 hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: "Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka."
Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: "Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya."
Paling tidak ada dua sebab mengapa Beliau memperhatikan lebih pada sepuluh malam terkahir itu, yaitu Sebab pertama, karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw. berdo'a:
"Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak."
Oleh sebab itu kita juga patut menyempurnakan amalan-amalan kita di dalam Bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir itu. Sebab tanpa sadar Bulan Suci ini kelak akan pergi meninggalkan kita, dan entah tahun depan apakah kita diberi kesempatan untuk bertemu pada "Tamu Istimewa" pada tahun depan. Maka bersungguh-sungguhlah dalam menjalankan amalan-amalan guna memperbaiki amalan sebelumnya pada sepuluh malam terakhir itu agar memberikan kesan mengakhiri Ramadhan dalam keadaan suci.
Sebab kedua, karena dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan di duga turunnya lailatul qadar, karena lailatul qadar bisa juga turun pada bulan Ramadhan secara keseluruhan, sesuai dengan firman Allah swt.
إنا أنزلناه في ليلة القدر
"Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur'an pada malam kemulyaan."
Allah swt. juga berfirman:
شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان
"Bulan Ramadhan,adalah bulan diturunkan di dalamnya Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda -antara yang hak dan yang batil-."
Dalam hadits disebutkan: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan di dalamnya ada lailatul qadar, malam lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan darinya maka ia diharamkan mendapatkan kebaikan seluruhnya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali ia benar-benar terhalang -mahrum-."
Al qur'an dan hadits sahih menunjukkan bahwa lailatul qadar itu turun di bulan Ramadhan. Dan boleh jadi di sepanjang bulan Ramadhan semua, lebih lagi di sepuluh terakhir Ramadhan. Maka hendaknya kita mencari Lailatul Qadar untuk mendapatkan keberkahan serta rahmat dari Sang Pencipta. Karena dalam malam tersebut, berbagai macam bentuk kebaikan akan dibalas dengan pahala sebanyak 1000 bulan. Maka merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan hal tersebut.
Kesimpulannya, marilah kita menambah atau memperbaiki amalan-amalan kita di Bulan Ramadhan dalam sepuluh hari terakhirnya. Agar mendapatkan rahmat yang berlimpah ruah serta guna mensucikan diri agar saat Ramadhan berakhir kita semua dapat kembali kepada fitrah kita sesungguhnya sebagai manusia layaknya yang baru dilahirkan kembali ke dunia dalam keadaan suci. Amiiin........
Langganan:
Postingan (Atom)